22 Maret 2021

Dear Y | Anggap Saja Kado Valentine


"Valentine untuk kamu dan semua perempuan tangguh" - MerawatIngat


Sejatinya perempuan adalah makhluk yang menyukai cokelat, bunga, kado, dan juga perempuan sangat suka dibohongi. Dalam perayaan Valentine Days beberapa bulan yang lalu, Sengaja aku tidak menyeragamkan diri dengan kebanyakan perayaan pada umumnya. Misalnya, dengan melibatkan diri tukar-menukar kado dengan seseorang yang kita cintai. Sepertinya budaya tersebut menjamur dikalangan kawula muda di Indonesia bahkan menjadi suatu tradisi di kalangan seseorang yang sedang mengalami demam bucin.

Ada banyak sebab mengapa aku tidak ingin merayakan valetine days bersamamu. Salah satunya bahwa saya tidak sedang remaja lagi. Satu sisi, aku tak cukup memahami arti tentang hari kasih sayang atau segala kata macam gantinya tentang perayaan Valentine days. Yang bisa kulakukan hanyalah menulis untuk menguatkan (kamu) dan menyempatkan diri untuk menghibur diri sendiri dan semoga saja bisa menimbulkan kesenangan dalam hatimu dan syukur-syukur juga bermanfaat untuk orang lain. Anggap saja tulisan remeh-temeh ini merupakan kado Valentine Februari kemarin yang tak sempat kuucapkan langsung melalui lisan, tapi dengan adanya ini semoga bisa membuatmu jauh lebih baik  


Ruangingat,  #1


Dear Y,


"Sufisme adalah seorang laki-laki atau perempuan yang telah patah hati terhadap dunia" - Jalaluddin Rumi (Penyair dan Teolog Persia) 


Dibalik rutinitasmu yang serba wah (Senin sampai Jumat kamu bejibaku dengan sibuk-sibuk mengenai tanggung jawabmu, pulang kerja masih ada saja acara nongki-nongki diskusi, dan weekend-mu dipakai untuk kegiatan-kegiatan sosial ntah nge-Forum online atau apalah yang sekiranya tak sempat untuk rebahan". Dari deskripsi itu, kukira kamu adalah  perempuan yang tangguh. Tapi, sepertinya hal tersebut tidak cukup kuat untuk perempuan tidak menangis. Semalam kamu panik dan menangis hanya karena adikmu yang dijemput tunangannya. Kamu masih mudah menangis dan gampang rapuh ya?. Ternyata kesimpulan tidak selalu tentang kebenaran, satu sisi banyak orang terhasut dengan rutinitasmu seakan-akan kamu hebat dan tangguh. Seperti kesanggupan setiap orang yang mengenalmu akan berkata "betapa hebatnya kamu". Bagiku,  tak ada hebat-hebatnya sama sekali. Kamu masih terlihat bingung, kalut dan tidak bisa mendamaikan antara pikiran, hati dengan realitasmu. Tapi,  tidak masalah, bingung menandakan bahwa kamu sedang menjalani proses berpikir. Setiap filsuf yang hebat macam Socrates dan Plato cenderung menganderungi dan menyukai kebingungan atas segala masalah yang ada (bukan cari masalah ya..) karena dengan bingung otak seorang filsuf bekerja dua kali lebih berfungsi daripada manusia pada umumnya (ini bagus untuk perempuan yang sejatinya harus olahraga dan disatu sisi juga rajin olah pikir). Aku pernah membaca perempuan-perempuan hebat sebelum Kamu seperti Simone de Beaviour, Hypathia, bunda Teresa,  dan Ibumu sendiri R.A Kartini. Yang ternyata perempuan hebat dan cerdas itu, mereka memiliki gejala yang sama seperti dirimu. Mereka juga pernah kalut,  menangis, bingung dengan diri sendiri dan realitas yang mereka punya. Tapi bedanya kamu dan mereka adalah kesanggupan untuk bangkit dan berdamai dengan diri sendiri (kamu belum punya konsep bangkit). Perihal damai dengan diri sendiri, akan aku sampaikan pada pertemuan tatap muka. Tapi yang jelas "Perempuan hebat adalah perempuan yang ketika menangis Ia mampu menghapus air matanya sendiri untuk besok hari lebih baik".



Ruangingat,  #2


Dear  Y,


"Perempuan hebat tidak lahir dari kisah yang biasa-biasa saja, selamat berjuang pejuang" - merawatingat


Februari masih tentang hujan dan pandemi yang tak kunjung berlalu.  Pakai maskermu, jaga jarak, dan pastikan juga tak ada radikal bebas yang hinggap di katup jantungmu sebab itu tak menyenangkan bagiku. Aktivitasku seperti biasa, ngisi jam pelajaran dan seberusaha mungkin bermanfaat bagi siswaku.  Seperti katamu "hidupmu hanya ingin selalu bermanfaat bagi orang lain". Disisi lain kamu dengan aktivitasmu, bekerja dengan penuh keyakinan, meskipun prasangkaku mengatakan bahwa kamu telah menenggelamkan segala rasa kecewamu dengan berusaha menyibukkan diri (biar waktu jadi pengadil hukum Tuhan). Tadi kau cerita "bla.. blaa… blaa" aku sontak keget,  ternyata orang-orang tidak salah mengundangmu mengisi materi yang bertema "perempuan merdeka" . Hei Y,  apa itu Merdeka? Apakah merdeka itu melibatkan tangis? Apakah merdeka itu masih merasakan gelisah? Apakah merdeka masih takut dengan kesendirian?. Aku tau jawabanmu apa, yang jelas kamu akan mengelak "aku sebenarnya tak sehebat apa yang mereka duga,  aku hanyalah alibi". Beberapa jam yang lalu aku katakan padamu "aku menarik kalimatku yang kemarin hari,  bahwa kamu gak ada hebat-hebatnya. Tapi setelah aku sepintas tau tentang sendu-sendu mu yang baru kamu ceritakan,  Fixed kamu perempuan tangguh" mereka tak salah mengundangmu,  dan tugasmu adalah membenarkan kesimpulan mereka. Bahwa Perempuan hebat tidak akan lahir dari kisah yang biasa-biasa saja. 



ruangingat,  #3


Dear Y, 


"Tumbuh dewasa memang menyenangkan, tapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit ini" - Manusia Setengah Salmon


Aku pernah membaca buku Raditya Dika, komika yang lucu itu.  Dia pernah menulis buku judulnya Manusia Setengah Salmon, kurang lebih ada kalimat yang cukup kukenang sampai saat ini. Salah satu yang kuingat begini "Tumbuh dewasa memang menyenangkan, tapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit ini". Hari ini kamu terlihat berbeda dari kemarin,  tapi semoga saja tak mengurangi rasa syukur dan senyummu yang agak-agak itu. Baru kemarin aku peringatkan tentang kondisimu,  tentang bagaimana pintar-pintar kita menjaga diri dalam disituasi yang serba menyebalkan ini. Bahkan radikal bebaspun tak kusenangi bermalam di katup jantungmu. Namun, nyatanya kamu merasakan kelelahan dan rasa pusing yang mungkin mengganggu aktivitas serta tanggung jawabmu. Semoga lekas sembuh ya, setiap pulang dari kantor kau seringkali dipukuli hujan,  terkadang hujan memang menyenangkan namun tak baik juga kalau sering kehujanan. Ditambah pola tidurmu yang hampir mirip dengan polaku "mirip-mirip filsuf yang ingin memecahkan permasalahan dunia hingga mengorbankan tidur malamnya". Tapi kamu harus tetap kuat dong,  sakit itu gak seberapa dibanding mereka yang sakit hati karena dendam masa lalunya.  Kamu bersyukur, sakitmu hanya sakit kepala ringan karena hujan mungkin hujan lagi gemar menemuimu. Dengan sakit kamu bisa lebih menghargai kondisi sembuh. Sembuh hati jasmani dan pikiran.  Tapi satu hal, Aku ingat petuah filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles, orang yang selalu membicarakan alam dan mitologi. Dia pernah berkata seperti ini, kamu baca pelan-pelan ya "Tujuan dari orang bijak adalah bukan untuk mendapatkan kesenangan, tapi untuk menghindari rasa sakit". (silahkan baca ulang pelan-pelan). Aku tau sakit itu tidak lepas dari kondisi manusia,  namun Tuhan berikan cara ber-ikhtiar untuk menghindari sakit. Baik itu sakit pikiran, hati dan jasmani. Sekali lagi Lekas sembuh,  banyak cerita senyummu yang sukarela ingin kutulis. 



ruangingat #4


Dear Y,  


"Mungkin harimu terlalu rumit dan kamu terlalu capek, sedang aku di suatu rabu yang cemen"


Rabu kemarin sedikit kurang baik tentang mood dan passion kisahnya, tapi semoga tadi pagi kamu bangun dalam keadaan kamis yang begitu manis. Semanis senyum yang tak pernah berhenti kulihat di layar lima inci pada ponsel ini. Ahh,  kalimat ini bisa saja menyebabkan kamu panjang telinga atau senyum-senyum sambil belum bisa move on dari kasur dan selimut yang membuatmu nyaman didalamnya. gabaik juga memujimu sedemikian rupa, tapi apa daya nyatanya begitu? Kamu terlalu ramah untuk kumaki-maki atau sekedar untuk bohong kecil-kecilan. Subuh tadi ada telepon darimu "bangun sholat shubuh" katamu, apa yang lebih menyenangkan dari dunia ketika perempuan membangunkan lelaki untuk menyembah pada Tuhanya (Allah). Kamu tau itu nikmat yang bukan main (bagiku) dan hampir tiap subuh kamu lakukan itu. Aku doakan dirimu selalu ada untuk bumi dan bermanfaat untuk segala isi-Nya.  Oia, waktu itu aku ingat statemen mbak Melly Goeslow yang mengatakan seperti ini "Saya sih cuman merasa semua harus juga mendengar ketika perempuan berbicara, berpendapat." jadi begitu ya, baiklah aku akan mendengarkanmu. Maaf untuk rabu yang serba kurang ajar dan rabu dengan segala kecemenannya. Sekarang Aku memulai dengan alur yang tepat, cukup bagi perempuan seorang laki-laki yang mengerti. Tetapi beratus perempuan tidak cukup bagi seorang laki-laki hingga dia benar-benar memahami salah satu dari mereka.  Kamu tau itu kalimat siapa? Itu nasihat dari sastrawan gila bernama Bernard Shaw, betapa dia selalu meminta permakluman untuk segala sikap karena tidak cukup mampu memahami perempuan. Dan dia terus belajar agar saling bisa menguatkan. 



ruangingat #5


Dear Y, 


"Seperti biasa, ada wanita hebat di belakang orang bodoh" -  Jhon Lennon (Pemusik Rock Britania) 


Jika kamu melihat seorang (perempuan) yang begitu tangguh, kuat, dan mandiri, maka jangan lihat dia sekarang berdiri tegak di sana begitu mengagumkan. Tapi tanyakanlah, seberapa banyak hal, orang yang ditemui dan peristiwa menyakitkan yang telah dia lewati, yang membuatnya menjadi semakin kuat. Aku tau kamu sedang melewati beberapa dari sekian yang hal yang Aku urai diatas. Dan,  Kamu sedang di fase salah satu diantara banyak hal itu. Lantas siapakah laki-laki bodoh yang dengan sukarela ingin melihatmu mencapai hakikat perempuan yang wangi dan merdeka? Apakah laki-laki itu sosok ayahmu? Aku rasa bukan, ayahmu sosok yang hebat dan tidak bodoh dalam merawat dan membesarkanmu. Ia mau mengorbankan tenaga dan pikirannya hanya untuk sebuah senyum manis di sepanjang hari-hari mu dan itupun bukan suatu nilai-nilai bodoh tapi lebih tepat jika itu kusebut betapa ayahmu ikhlas mencintaimu (rawat baik-baik lekaki seperti itu). Lalu siapa laki-laki bodoh itu? Tidak penting kamu tahu tentang laki-laki itu dan seberapa bodoh dia hanya untuk sebuah kebahagianmu. Dan pesan laki-laki bodoh itu untukmu berupa "Sebuah senyum adalah lipstik terbaik yang dapat digunakan oleh seorang perempuan" pertahankan itu dengan baik. Dengan kamu selalu tersenyum ada serpihan-serpihan syukur yang telah menyenangkan Tuhan-Mu. Ntah dalam keadaan yang serba rumit sekalipun. Dan, soal laki-laki itu, aku hanya bisa memberimu sedikit gambaran singkat. Yang mungkin dengan sangat mudah kamu simpulkan dengan begitu baik karena kamu dibekali akal yang baik (kamu tak hanya mirip bunga, akalmu juga menawan). Laki-laki bodoh itu hanya dapat membuat perempuan seperti kamu tertawa kadang juga membuatmu sedikit kurang menyenangkan, tapi hanya dengan cara itu laki-laki bodoh itu bisa melewati apapun dalam hari-harinya (kamu telah menyenangkan jiwanya). Tapi kamu harus tau, dia itu bodoh ketika dia lupa dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan rutinitasnya,  bahkan sekedar jurnal pekerjaannya pun ia lupa hanya untuk sekedar terus terang membuatmu tersenyum. Betapa bodoh dia, kau jangan ambil kebodohan itu sebab perempuan hebat mampu melakukan apapun dengan tidak mengecewakan siapapun. Sekedar saja untuk kamu ambil hikmahnya tapi jujur ada banyak kebodohan yang ingin kutulis tapi nanti, kamu akan mengerti bagaimana cara laki-laki bodoh menjagamu. 






Label:

12 Maret 2021

Dear Y | Denpasar ke Jember Jauh Padahal Kita Dekat


"Dengan Aku menulis, perihal tentang jauh dan jarak hanya serangkaian mitos yang diragukan kebenarannya" MerawatIngat

Denpasar ke Jember Jauh Padahal kita Dekat

Selamat datang di ruang ingat ke-enam semoga pembaca dan khususnya kamu betah membaca hingga di ruang ingat ke-sepuluh. Kamu harus tahu boleh jadi jarak bumi ke langit membutuhkan waktu hingga lima ratus tahun perjalanan. Sedang jarak Kota Denpasar ke Jember tidak sebanding dengan perihal jarak antara langit dan bumi. Aku dan kamu masih dalam ruang lingkup tanah yang sama menginjakkan kaki di bumi dan hidup dibawah atap langit yang sama yakni langit yang menopang dua musim (merasakan hujan dan merasakan kemarau) dan berbicara perihal langit hanya bisa kita gapai menggunakan akal dan lamunan yang masing-masing kita miliki. Sudah, jangan terlalu menggusarkan jarak untuk alasan tidak dekat,  ada banyak cara untuk sebuah kedekatan dan beberapa syukur dan khayal yang akan mampu mengatasi lamunan. Masih ada telepon yang seringkali kita pakai untuk sekedar berkabar,  masih ada doa untuk saling mendekatkan kebatinan, masih ada pesan notifikasi untuk sekedar saling mengingatkan dan menguatkan sekalipun itu hanya untuk sedetik senyum pada kurang ajarnya jarak. Sejatinya jauh hanyalah dugaan yang secara ilmiah belum bisa dipastikan kebenarannya, dan itu salah satu alasan kenapa Denpasar dan Jember aku katakan dekat.

Jarak? meskipun kita berjibaku dan seringkali bertikai dengan jarak toh Aku masih bisa menemuimu dengan banyak cara, salah satunya lewat tulisan-tulisan yang tidak ilmiah tapi ada rindunya, tulisan-tulisan tidak serius tapi benar-benar ada cintanya. Dan tenanglah, biarkan semesta mengatur bersama hukumnya (sunnatullah) bahwa apa yang kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh hal itu akan menjadi milik kita. Selain mendoakan kamu, aku hanya bisa mengenalkan kamu pada tokoh-tokoh hebat seperti Julius Caesar, Gregory Maguire, Margareth Thatcer hingga Nicola Tesla yang bahkan mereka datang dari tempat familiar yakni Romawi, Amerika, dan Inggris hanya untuk berkenalan dengan kehidupanmu anggap mereka sedang menghiburmu dan mereka juga peduli padamu. Kamu perlu mencintai mereka untuk sebuah rahim cerdasmu yang kelak akan melahirkan bunga dari sperma terbaik. Seperti apa mereka dan bagaimana tentang kamu dan semoga semua manusia yang mencintai seseorang dari jarak yang tidak perlu banyak tahu, bisa menikmati kedekatan yang tidak biasa bahkan lebih dekat daripada arti dekat yang sebenarnya (ntah, kamu mencintaiku atau tidak). Dan semoga semua manusia yang Long Distance Relationship bisa kembali ber-asa selepas memaknai tulisan remeh-temeh ini.

Bagiku Jauh itu ibarat Gelap. Gelap itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah kurangnya cahaya. Sedang jauh juga tidak ada, yang ada hanyalah kita kehabisan cara untuk mendekatkan apa yang kita anggap jauh. Dengan menulis aku merasa lebih dekat dari kedekatan yang sesungguhnya, Selamat membaca dan Aku tahu kamu membaca pengantar ini dengan senyum-senyum kecil. Aku mencintaimu.

Ruangingat #6

Dear Y,

"Biarkan perempuan bicara, kau akan belajar sesuatu darinya". Julius Caesar (Kaisar Romawi 101-44 BC)

    Giacomo Cassanova, kamu mengenal laki-laki itu? Dia seorang Avonturier dari Italy. Dia pernah berkata tentang kamu, kurang lebih begini: Kualitas seorang perempuan lebih ditujukan pada hati bukan pikiran. Disatu sisi Margareth Thatcher mengatakan makna senada dengan apa yang Giacomo sampaikan, kira-kira begini: Perempuan memang punya banyak kelebihan. Tapi umumnya perempuan lebih mampu memegang tas ketimbang senjata. Apa kamu bisa menyimpulkan dari dua pendapat itu? Jika tidak, baiklah aku akan berusaha memberi tau dengan samampu pemahamanku mencerna. Anggap saja,  ini pegangan untuk rahimmu yang kelak akan melahirkan sosok bunga yang wangi mirip-mirip kamu (ajaran ibu pada anaknya). 

    Semalam kamu mengisi acara diskusi online,  aku mengikuti sampai kajianmu berakhir. Berulangkali kamu sampaikan tentang perempuan yang merdeka hingga menyebabkan forum itu memunculkan banyak pertanyaan dan tanggapan, satu sisi aku juga cemburu,  ngapain pake ada acara minta nomor-nomor sagala, (astaga aku terlalu cemburu ya) disisi lain ingin sekali aku melontarkan kalimat bahwa aku juga laki-laki yang merdeka, salah satu merdekaku adalah ketika aku bisa melihat kamu menyampaikan hal baik didalamnya dan aku setia mendengarkanmu. Hei, Aku suka kamu cakap dalam berbicara,  pandai dalam berpikir,  tapi bukan itu hal utama yang menyenangkan hati laki-laki. Perempuan itu adalah perihal kelembutan, aku tidak pernah heran dengan kelembutan kulit perempuan dibanding kulit laki-laki. Sejatinya perempuan selalu tentang sesuatu hal yang lembut,  ntah sifat,  tingkah dan tutur katanya, semua itu lahir dari hati perempuan. Pikiran dan segala sisinya itu nomor dua setelah hati. Maka, peganglah tas saja jangan senjata. Senjata itu urusan laki-laki, perempuan lebih menggunakan hati daripada akalnya dan setiap laki-laki belajar menggunakan akalnya untuk mengerti hati perempuan. Kelak kau akan jadi ibu,  maka tanamkan hati itu ke anak perempuan atau anak laki-lakimu. Aku merdeka bersama mu...


Ruangingat #7 

Dear Y,

"Orang-orang bilang katanya Denpasar ke Jember sangat jauh, padahal kita deket ya" - merawatingat

    Selamat hari kasih sayang (ntah apa istilahnya hingga diperdebatkan salah satu kawanku. padahal aku tak sedang merayakan valentine denganmu,  Astaga Ia terjebak judul dan kram dalam pemikirannya). Kamu tau kan, sepanjang hari aku berupaya berikan bentuk kasih sayang meskipun sering kali diremedial dan meskipun gak setiap tanggal empat belas. Kita dihadapkan pada teori jarak (ntah sapa penggagasnya), kita cuma masalah jarak aja sih,  tapi tidak ada masalah didalamnya.  Maaf tak sempat menjumpai,  tapi akan segera dimulai untuk hal baik itu. Sejauh ini aktivitasku masih sama,  masih dengan pola yang tidak kamu senangi. Insomnia misalnya, hingga mengakibatkan sikap cuek dari bibirmu yang menyebalkan itu (gausah baper deh hanya bercanda, aku itu suka segala sisimu jadi jangan sakit hati). Kaos kuning dan sepatu Kets kuning, kulihat warna itu mendukung kemerdekaanmu sebab perempuan itu tidak harus tentang warna pink kan. Oia,  sedikit aku kasih alasan mengena insom ku yang katamu tak wajar ini.

    Di Amerika ada Dr Seuss, beliau pernah jatuh cinta pada seorang perempuan (perempuannya mirip-mirip kamu, katanya), dia menganggap bahwa kebahagiaan akan membuat laki-laki itu sulit tertidur karena kenyataan lebih baik dibandingkan mimpinya. Realita menyuguhkan kamu,  dan mimpi menyuguhkan suatu imajinasi (bisa lamunan, bisa khayal tak penting kan? Sebab perempuan hanya butuh pembuktian kenyataan yang dilakukan). Sore ini kamu ngopi dengan layak, dengan senyum-senyum yang murah-meriah. Senyummu tetap disegala kondisi kan,  tak terikat dengan gerai kopi yang menyajikan harga beratus ribu padahal candunya sama. Semoga selalu tenang dalam kopi yang kamu teguk,  tabah seperti gelapnya, dan manis seperti aromanya.


Ruangingat #8 

Dear Y,

"Binatang terlahir sebagai dirinya sendiri, menerimanya, dan hidup dengan itu. Mereka lebih bisa berdamai dengan kehidupan daripada manusia". - Gregory Maguire (Author USA)

    Sore berlalu menuju gelap yang identik sebagai malam, dan sore tadi kamu sampaikan kabar bahwa bukumu datang,  aku senang melihatnya di pesan WhatsApp. Sampul bukunya putih dan cantik (Buku Muthia Sayekti),  yang pesan bukunya juga (Kamu). Tapi gapenting sampul dan segala kecantikan di luar,  yang terpenting adalah isi buku dan isi hati pembacanya, semoga selalu dalam hal yang baik dan terkuatkan. 

    Kamu tau, sebuah cinta memiliki begitu banyak hal kecil (misalnya, menyuruhmu membeli buku untuk dibaca), Berdansa di dalam gelap, memandangi foto dan videomu di pesan WhatsApp, mengangkat teleponmu. Bergandengan tangan dalam keadaan susah dan senang, melantunkan lagu sedih perlahan-lahan dan tertidur dalam pangkuan jarak, dan kita suka berjalan di waktu hujan, serta kita kadang bertengkar lalu kembali berdamai pada semua perselisihan. Cinta itu gagasan pertama yang hangat dan membuat rasa kantuk di pagi hari (jangan salahkan insomku sebab aku sudah berbenah dengan perlahan), dan ucapan selamat tidur untuk rasa khawatir yang begitu tinggi. Semua yang mencintai pernah tiba ditahap ini, namun banyak yang menutupi dan banyak juga yang mengakui. Hari ini aku kenalkan kamu dengan Gregory,  kamu jangan jatuh hati padanya,  sebab dalam cinta juga belaku rasa cemburu dan perasaan tidak karuan (Aku terjangkit).  Aku tau kamu tidak terlalu suka sifat itu,  dan aku menyadari cinta itu tidak merebut kemerdekaan hati,  pikiran dan jiwa perempuan dengan membibit sikap cemburu. Astaga,  sepertinya aku kurang damai dengan diri sendiri sehingga memicu suatu sentimen pribadi. Curiga, gelisah,  resah,  panik,  itu gejalanya.  Harusnya aku bisa berdamai dalam hati untuk segenap hal baik yang kamu lakukan dan semua hal baik yang setiap orang lakukan,  lebih percaya pada apa yang kamu kerjakan dan apa saja yang membuat perempuan itu jauh lebih baik. Suatu seni merawat damai,  melalui sebuah rasa saling memahami dan saling mengerti. Memupuk jujur dan berdamai pada diri bahwa perempuan yang sebenarnya membaca tulisan ini sedang menaruh suatu harapan baik untukku, agar aku bisa jadi laki-laki yang baik. Dan kamu tau,  segala perhatian mu yang unik aku suka,  aku hidup didalam perhatian itu, dan sekali lagi aku damai dalam apa yang sedang kita jalani berdua. Dan aku malu pada jangkrik yang suka berdamai dengan musim kemarau…

 

Ruangingat #9

Dear Y,

"Dre, Ada dua hal yang membuat orang kehilangan daya kritisnya. Pertama uang, kedua cinta. Paham ente?" Kristoforus Bagas Romualdi (Editor)

    Seperti biasa, aku masih dalam pangkuan kedai kayumas bersama arabika lanang sebagai kawan hasrat paling nyaman. Disela-sela pesan-pesan singkat antara aku dan kamu,  ada chat masuk dari editor pranusa (isi pesannya seperti kutipan diatas), aku membacanya lalu mencerna berulang-ulang. Aku maknai setiap kata yang dia ungkap.  Sepertinya dia mengamati beberapa tulisanku dalam beberapa hari kebelakang dan dia mencium wangimu. Kutipannya menarik,  menampar dan aku tak sedikitpun merasakan sakit. "apapun yang kulakukan melibatkan cinta,  dan dalam ilmu pengethuanpun cinta diatas segala-galanya (hiraerki) karena cinta adalah tujuan utama agama dan ilmu pengetahuan" kurang lebih begitu balasan pesanku padanya, semoga dia tidak kecewa dengan mem-blacklist tulisan-tulisanku,  dan jikapun di blacklist mereka sungguh tidak profesional menyikapi perkara cinta dan uang. Tapi aku bersyukur dia peduli dan mengamati alur pikirku. Perihal uang dan cinta, Aku pernah lelah karena cinta, aku muak dengan puisi dan sajak, tapi terkadang uang membuatku bahagia. 

    Tapi perlu kamu tau sepanjang hari aku menulis seakan-akan aku tak butuh uang. Soal Perihal Cinta, aku ingat rumi pernah mengatkan ini: Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam. Jadi aku menyimpulkan, aku menulis tentang kamu dalam ruangingatku bukan soal seberapa uang yang akan kudapat, kamu dan mereka harus tau? Kamu itu hidupkan jiwa yang sedikit remang-remang,  membangunkan ku setelah sunnah subuhmu (itu menyentuh jiwaku), uang tidak bisa melakukan itu.  Tapi bukan berarti aku anti uang, sebab setoran jatuh tempo masih pakai uang, mereka tidak menerima angsuran dalam bentuk puisi. Cinta dan uang memang tidak bisa terpisahkan keduanya sama-sama memiliki fungsi dengan takaran yang tepat. Uang untuk kebutuhan hidup,  kamu dan cinta adalah jiwa! Kamu menolongku…

 

Ruangingat #10

Dear Y,

"Otak saya hanyalah penerima, di semesta terdapat sebuah inti dari mana kita mendapatkannya" - Nicola Tesla (Nirkabel)

    Selamat tiba di ruang ingat yang ke sepuluh,  semoga aku dan kamu dalam keadaan yang serba baik (baik hati,  jiwa dan pikiranmu). Aku percaya apa yang kukerjakan dengan sungguh-sungguh akan menjadi milikku ini juga berlaku padamu.  Termasuk orang yang ada dalam tulisan kesepuluh ini yaitu masih kamu (intinya kamu).  Baru saja tulisanku selesai tentang perbucinan,  hingga tidak sempat aku meninggalkan pesan di notifikasi ponselmu gara-gara tulisan itu. Tapi aku tidak sedikitpun melewatkan story-storymu (aku masih menikmati senyummu) dari pagi ketemu pagi lagi hingga story-storymu dihabisi waktu tenggat aplikasi itu. Aku selalu percaya bahwa kamu bisa membawa dirimu (kamu udah punya buku bagus untuk kamu telanjangi),  selamat berbuka puasa (meskipun telat wkwkw) tapi aku senang karena puasa itu yang menolong dan menjagamu selain buku itu.  Kamu tak perlu juga minta maaf apalagi sampai menyimpulkan bahwa aku tidak akan menulis lagi tentang kamu, jangan buru-buru. Kamu tau itu kejelekan dalam hidupku,  mengapa kamu meniru dengan gejala yang sama yakni "buru-buru" menyimpulkan sesuatu. Aku diam karena aku mengurus sesuatu,  tapi bukan berarti kamu hilang dari fokusku.  My brain is only a receiver, in the Universe there is a core from which we obtain knowledge, strength and inspiration. 

    Dalam inti apa yang kutulis hasil dari buah otakku, semua itu berangkat dari sejauh apa memperhatikanmu. Kamu memang perempuan aneh,  tapi apa aku menyerah? Ada banyak cara aneh untuk. Kembali padamu. Sekesal-kesalku, aku selalu datang untuk berdamai lagi,  damai itu tanda cinta loh dan Tuhan menciptakan damai agar diantara manusia tidak ada yang terluka,  termasuk kamu harus berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu adalah karya Tuhan yang diselipkan lewat semesta,  sedang semesta bagi Tesla adalah penggerak bagi isi kepalanya. Kamu tau kenapa setiap kali kamu pap fotomu otakku selalu tumbuh bunga? Ya perlu kamu tau, bagiku kamu bagian semesta yang menyapa. Memberikan suatu kode,  bahwa aku harus segera menulis, Tesla juga identik dengan arus bolak-balik, jadi ketika aku menulis tantang kebaikan semesta, maka aku harus kembalikan kebaikan itu pada semesta. Biarkan aku dan kamu semesta yang mengatur, Tugasku adalah tidak mengecewakanmu.


Label:

11 Maret 2021

Catatan Bingung No.4: Kebenaran Berawal dari Pertengkaran antar Teman - David Hume


 "The truth springs from arguments amongst friends" - David Hume

 

Dalam benak pemuda yang sedang berpikir ntah dalam konteks melalui perenungan dengan rumus berpikir filsafat atau perenungan dengan metode-metode disiplin ilmu lainnya tentu akan menghasilkan suatu tanya, "Kok bisa sih kebenaran berasal dari pertengkaran diantara teman?".  Sebagian pemuda yang berpikir sumbu pendek akan dengan respon spontan dan cepat menyimpulkan argumen dari Hume dan menelan mentah-mentah bak menelan racun yang seketika membuat tubuh terkapar mati,  apalagi dia yang sedang mabuk agama yang menyebabkan kekakuan berpikir tanpa memikirkan ulang dengan lebih mendalam "pertengkaran dilarang oleh agama, loh...jangan belajar filsafat, filsafat menyesatkan" Astagaaaa bukan begitu tong…

    David Hume - Seorang filosof modern yang populer pada abad ke-17 atau pada abad pencerahan (Renaissans). Pembaca tentunya sudah banyak tahu tentang tokoh-tokoh hebat abad renaissans seperti August Comte, Immanuel Kant,  Hamilton, Charles Darwin, Bertrand Russell hingga tokoh-tokoh nyentrik macam Adam Smith dan Albert Einstain. dari sekian yang telah disebutkan banyak pemikiran dari mereka yang ternyata dipengaruhi oleh kerangka berpikir David Hume yang didapat dari bukti empirisis sepanjang riwayat David Hume, dimana sebenarnya David Hume juga dipengaruhi oleh filsuf macam Cicero, Epicurus, Rene Descartes, Issac Newton, dan Thomas Hobbes serta banyak lagi tokoh-tokoh lainnya yang mempengaruhi kerangka berpikir dari David Hume. David Hume tumbuh dan besar di Skotlandia, Britania. Karya kesohornya berupa buku The History of England yang ansich membahas tentang sejarah negara Ratu Elishabet. 

    Pada catatan bingung nomor empat yang kalian baca tentu tidak akan terlalu banyak membahas tentang sisi latar belakang Hume. Namun penulis lebih menekankan pada menyederhanakan argumen dari apa yang dimaksud oleh David Hume tentang "Kebenaran yang berawal dari sebuah pertengkaran diantara teman-teman". Secara kerangka berpikir logika naturalis tanpa harus belajar kerangka berpikir logika yang ilmiah,   tentunya setiap orang akan bisa melogikakan tentang sebuah hal ataupun suatu pertengkaran dengan bermodal logika bawaan lahir (contoh logika bawaan: bulan itu sebesar koin, namun jika didalami menggunkan ilmu geometri ternyata bulan jauh lebih besar dari uang koin) hal demikian (logika bawaan) akan mudah membuat logika manusia terjebak pada lingkaran dalam manafsirkan maksud kalimat David Hume dan kemungkinan akan menyesatkan pikiran manusia dengan menjadikan pertengkaran disepakati yang pada umumnya adalah suatu hal tidak baik akan berubah menjadi hal yang baik (Jadi berantem dengan teman itu cikal bakal yang sangat baik untuk suatu kebenaran) sekali lagi bukan seperti itu.  

    Berbicara kebenaran tentunya tidak akan pernah ada habisnya,  namun satu sisi jika kita tarik pada pendekatan Dialektika Sejarah milik Hegel (Thesis Antithesis dan Synthesis) akan ada suatu kemudahan bagi kita memahami kebenaran yang dimaksud David Hume. Pertengkaran yang dimaksud Hume lebih mengarah pada pertengkaran pada porsi pertengkaran thesis dan antitesis yang melahirkan syntesis (Dialektika sejarah Hegel). G.W.F Hegel lahir selang enam tahun kematian David Hume (1776). Jadi apa yang dimaksudkan pertengkaran oleh Hume diperjelas lagi oleh Hegel melalui konsepsi Dialektika Sejarah (Thesis=kesimpulan bukti-bukti logis lebih sederhana lagi bisa disebut sebagai pernyataan), (Antitesis=sangkalan dari hasil kesimpulan Thesis) nah, disini terjadi sebuah kontradiksi atau keterbalikan kasarnya pertengkaran dari keduanya yang menghasilkan suatu kebenaran utuh yang baru, seperti esensi Syntesis itu sendiri (jawaban atau kesimpulan atas pertentangan yang dibuat antara tesis dan antitesis sehingga menjadi satu hal utuh yang merupakan hasil ilmiah yang baru/kesimpulan baru/kebenaran sementara).

    Jadi pembaca dapat menarik benang merahnya bahwa pertengkaran disini yang dimaksud adalah pertengkaran kritik dan sangkalan dari setiap pernyataan yang menghasilkan suatu kebenaran baru yang sifatnya sementara.  Jadi,  bagi kalian yang sedang di kritik habis-habisan oleh teman kalian baik dalam sikap, pemikiran dan bahkan gaya hidup, jangan Baperan ya! Kemungkinan itu suatu bentuk untuk memperbaiki hidup kita atas kritik-kritik yang membangun yang menyerang tingkah laku kita baik dalam bersikap dan berkata. Terkait suatu kebenaran Hume seorang pemikir yang beraliran empirisme hal itu jelas terbukti bahwa Hume belajar dari pengalaman-pengalaman Jhon Locke dan Rene Descartes. Beberapa saat sebelum catatan ini jadi,  ada komentar di kolom komentar facebook dengan pertanyaan apakah kebenaran yang dimaksud David Hume dari pertengkaran itu berlaku untuk semua hal ? Tentunya tidak ya,  bahkan Hume sendiri meletakkan sebuah dasar pemikiran Skeptism Radikal yang blak-blakan mengatakan bahwa Kausalitas itu tidak selalu ada dan tidak selalu benar atas realitasnya. 

    Jika dilarikan pada konsepsi kebenaran, suatu kejadian terjadi akibat dari kejadian yang dilakukan sebelumnya. Terkait kebenaran yang dimaksud hume lebih mengambil pada pendekatan kebenaran yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh eksistensialis, dimana kebenaran yang dimaksud adalah suatu kebenaran bagiku dan dan bermanfaat bagiku.  Penekanannya lebih ke arah subjektifitas berpikir mendalam,  benar itu ada ketika sejalan denhan apa yang kau jalankan. (sejalan dengan Descartes "cogito ergo sum")  berbeda lagi bagi sudut pandang tokoh-tokoh materialisme yang menekankan pada materi tentang suatu kebenarannya. Jadi belum bisa dianggap kebenaran dalam konsep berpikir Hume berlaku pada semua hal. Tentang kebenaran mungkin penulis lebih sepakat bahwa tokoh-tokoh pemikir gila ini sedang menjalani yang namanya ilmu maujud dg mencari hakikat hakikat dari kebenaran itu sendiri. Dalam konteks dunia filosof untuk suatu keharusan yang wajib baginya untuk dijalani. 
 
*Jangan terlalu serius, ini hanya catatan Gabut saja ....

Label:

08 Maret 2021

Catatan Bingung No.3: Orang Gila Paling Gila - Sokrates


Makanan enak, baju indah dan segala kemewahan. Itulah yang kau sebut kebahagiaan, namun aku percaya suatu keadaan dimana orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan tertinggi. Aku di cela karena makan terlalu sedikit, Aku jawab: "Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Kalian juga perlu tau Kehidupan yang tidak teruji adalah kehidupan yang tidak bernilai. Semakin sedikit keinginan kita, semakin kita menyerupai para Dewa. dan ketahuilah dirimu sendiri. - Ucap orang gila itu menuju hari kematiannya

Dalam buku Apologia Socrates karya Plato, pembaca akan menemukan makna dari sosok orang gila bernama Sokrates yang tuntas jiwa dan tuntas nafsunya serta Tuntas batinnya  dan perhatikan kalimat "ketahuilah dirimu sendiri", kalimat tersebut disampaikan ulang oleh Rosulullah SAW pada zamannya. Pembaca boleh baperan pada riwayat Sokra tapi jangan larut,  berjiwalah seperti Sokrates artinya kalian hanya diperbolehkan untuk meladani dengan ketulusan dan keikhlasan hati sebagai mahluk yang tidak sedikitpun berharap pada apapun (dalam hatinya batinya hanya berbisik bagaimana diri ini bisa berbuat baik dan dapat bermanfaat sebagai manusia) baik ketika ia bertindak ataupun melalui kecerdasan berpikirnya dan lihatlah hukum semesta bermain (sunnatullah) Socrates diangkat drajat dan dibesarkan namanya menjadi manusia bijaksana yang mampu berpengaruh sampai detik ini tentunya sebagai sesuatu yang mulia yakni menjadi rujukan suatu ilmu pengetahuan yang sampai hari esok (akhirat) akan berlaku dan dibawa di agama umat manapun. (akhirat: iman ilmu amal) 

Sokra adalah sapaan akrabku dengan Socrates. Ia menjadi ayah,  teman, sahabat, lawan diskusi ketika aku menemuinya dalam bentuk susunan paragraf yang tertuang didalam karya yang dutulis oleh Plato. Sepanjang jalan dengan kaki telanjang Ia berjalan menyusuri kota Athena, kadang Ia bernyanyi (syalalalaalala….lalaala…lalala…), setiap orang yang ditemui akan selalu ia ajak untuk ber-dialog  dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sifatnya filosofis, semisal bagaimana cara menuju kebahagian dalam hidup? (petani, nelayan, pemulung dan beragam rupa mmanusia yang socra ajak berdialog tanpa pilah pilih) meskipun dengan penampilan Sokra yang terlihat sangat kumuh, bajunya yang compang-camping dan baunya yang memang tidak disenangi oleh masyarakat kota Athena (jarang mandi dan jarang ganti baju,  kalian yang gejalanya mengalami hal serupa,  mungkin anda punya cikal bakal seorang filsuf wkwkww..).

Sebenarnya banyak keanehan pada orang gila ini,  selain ia suka berbicara sendiri dan hidupnya yang memang  luntang-lantung (Sokra lebih suka tinggal di taman kota Athena, merenung,  ngobrol sendiri,  sing song, happy pokoknya) hingga orang-orang disekitarnya beranggapan bahwa Socra adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan (sakit mental sakit pikiran). Namun mereka belum tau bahwa sejatinya yang mereka anggap gila adalah manusia bijaksana yang paling berpengaruh pada peradaban disepanjang kisah manusia eropa.

Ketika musim dingin datang didataran eropa. Tentara Athena sering menggunakan sepatu tebal dan jaket berbahan kulit binatang agar bisa menghangatkan dan mengurangi dingin pada badannya, karena suhu di Athena bisa mencapai suhu minus. Bayangkan bila tidak memakai  perlengkapan tersebut, bisa mati konyol tentara Athena yang gagah itu.  Namun jaket tebal dan sepatu beralas tebal tidak berlaku bagi orang gila bernama Socra sepanjang hidupnya. Dan anehnya lagi,  dia tidak merasakan sakit ataupun gangguan apa-apa sekalipun dalam keadaan yang seperti [itu]

Socra memiliki mata yang belok,  dahinya lebar,  tubuhnya gempal dan perutnya buncit, telinganya kecil, hidungnya juga pesek rupanya begitu buruk (bukan aku yang bilang tapi Plato dan Cicero). Namun perlu kalian ketahui bahwa Sokra dikagumi banyak pemuda dan anak bangsawan Athena yang ingin menjadi muridnya, antara lain Xenophen dan Plato. Rata-rata murid orang gila ini adalah bangsa kelas menengah keatas namun polemiknya adalah orang tua dari murid-murid Socrates berusaha menjauhkan anaknya dengan Sokra karena dimata orang tua murid tersebut Socra tak lebih dari seorang yang memiliki gangguan jiwa. 

Socra dalam kerangka metode belajar filsuf menggunakan metode yang disebut meyutic atau dialog dengan mengajukan pertanyaan mendasar dan membuat pendengarnya berpikir baik itu pada kalangan petani, nelayan,  buruh,  dan bahkan pemulung sekalipun (bukan hanya kamu sofis atau pemikir athena yang diajak berdialog dengan Socra,  tapi yang dianggap buta pengetahuanpun Socra disanggupkan belajar sebab bagi Socra,  manusia lahir ke bumi dalam bentuk yang sama ibarat cetakan donat yang mentah awalnya sama-sama bulat namun ketika matang dan menjadi donat, donat itu tidak bulat semuanya namun ada yang bulat tidak sempurna tinggal bagaimana kita memperbaikinya, kira-kira begitu yang disampaikan David Melling tentang Socrates dalam jejak langkah pemikiran Plato) 

Socra tidak pernah memiliki karya apapun sebarispun ia belum pernah menulis,  dan murid bernama Plato lah yang menjadi penjabar dan menyampaikan siapa itu Sokrates.  Bahkan ketika orang Athena bertanya pada kalangan peramal "siapa manusia paling bijaksana di Yunani?  Peramal itu menjawab "orang paling bijaksana di Yunani bernama Sokrates", sontak Plato terkejut dan langsung menyampaikan pada Socrates, "guru kata peramal Socrates adalah orang paling bijaksana di Yunani" dengan sederhana Socrates menjawab "mungkin itu socrates yang lain" betapa Socrates sangat menghindari sanjungan dan popularitas hanya untuk kejernihan berpikirnya. 

Sebenarnya banyak yang ingin ditulis namun ini hanya sebatas catatan bingung penulis agar pembaca bisa lebih penasaran pada sosok bernama Sokra (orang gila paling gila) sumbangsih Sokrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum. Plato,  Aristoteles dan akademi Platonik merupakan pengaruh-pengaruh dari orang gila Sokrates hingga pada ujung sebuah riwayat,  Sokra dianggap dan dituduh orang yang membawa kesesatan bagi pemuda Athena dengan ajaran menentang ajaran dewa dan membawa ajaran yang baru. (kasarnya Socra mengatakan bahwa matahari bukanlah Tuhan,  sedang matahari adalah dewa yang disakralkan oleh masyarakat yunani disinilah timbul permasalahan dan akhirnya sebuah cerita Socrates) 

Dalam buku Apologia, Pada hari pengadilan yang dihadiri dua sepertiga warga Athena, Sokrates menyampaikan tiga buah pidato. Pada pagi hari, Socrates membacakan pledoi. Siang harinya, usai pemungutan suara yang memutuskan hukuman mati, Socrates maju kembali menyampaikan pidato dan diijinkan meminta pengampunan atau alternatif hukuman. Pada sore harinya, setelah pemungutan suara yang kedua menolak alternatif hukuman yang diajukan Sokrates, lalu dia kembali maju menyampaikan pidato perpisahan. Filosof sederhana ini menerima piala berisi racun cemara yang harus diminumnya. Piala itu diberikan oleh seorang petugas penjara, ia menangis saat memberikannya pada Socrates. Plato dan teman-temannya meratapi peristiwa sedih itu. Dalam kata terakhirnya, ia memohon pada sahabatnya agar melunasi hutang-hutangnya dan tidak meratapi kepergiannya, “Tibalah kini saat kita berpisah, aku menjelang mati dan kalian menempuh hidup, mana yang lebih baik hanya Tuhan mengetahui.” - Sokrates hari itu .

*hanya sebuah catatan, untuk pengantar dan mengenal… 





Label:

07 Maret 2021

Catatan Bingung No.2: Tuhan Uang, Agama Uang - Voltaire


Dunia pemikiran filsuf memang selalu menarik untuk dibahas dan dikuliti sebagai pendukung serta penunjang suatu kemajuan ilmu pengetahuan (bagi yang sadar pada kebingungannya) dan sebagai cermin dan standarisasi untuk perkembangan setiap zaman. Voltaire dilabeli pemikir besar pada masa abad Pencerahan, jika kalian mau cermat memahami (semoga kalian bingung lalu menyuburkan tanya...) karya-karya Voltaire dominan dalam bentuk kritik atas dogma gereja dan institusi Prancis dan Ia juga tak jarang mengamati perubahan sosial sepanjang riwayatnya, dan beberapa buku yang pernah saya baca tentang Voltaire bahwa Ia juga merupakan filsuf yang menelurkan dan mencetuskan pandangan tentang kebebasan ber-agama. (sampai hari ini penulis belum paham agama yang diyakini Voltaire sampai pada kematiannya, namun beberapa sumber berani menyatakan bahwa Voltaire adalah seorang Atheis)Siapa yang tidak mengenal filsuf modern sekaligus penyair populer abad ke 16 dan abad ke-17 Franois-Marie Arouet (atau akrab dipanggil Voltaire). Pembaca mungkin sudah sangat familiar dengan nama Voltaire apalagi dengan karya-karyanya yang cetar membahana yang sudah sering menjadi rujukan kaum-kaum intelek itu di dunia per-kampus-an (bukan dunia intelek isi telek ya...) seperti karya kesohornya mulai dari Candide (bukan pose/filter camera ya itu judul buku..), Mercromegas, Zadig,  dan beberapa karya lainnya yang tak kalah hebatnya (Termasuk karya The White Bull)Kalian juga pasti sudah banyak tahu dan lalu lalang terdengar di telinga tentang kutipan-kutipan Voltaire di tulisannya yang agak-agak itu (agak-agak membingungkan maksudnya) salah satunya berbunyi begini;

"Apabila kita bicara soal uang, maka semua orang sama agamanya." - Voltaire

Bagi kalian yang sudah menafsirkan atau menyederhanakan makna yang terdapat pada statement tersebut, perlu sekiranya untuk dijadikan duduk perkara diskusi yang setidaknya bisa mengobati kebingungan. Setidaknya mampu sedikit memberikan suatu pemahaman dengan cara-cara yang sederhana.  Semakin banyak tanggapan dari setiap frame berpikir setiap orang maka hukum dialektikanya akan semakin baik untuk memperkaya khazanah suatu ilmu.  Saya ingat tulisan di media Tempo.co sekitar dua minggu  yang lalu dan saya pernah membaca tentang tokoh Voltaire yang selalu mengutarakan kerangka berpikirnya yang terkadang membuat diri setiap pembaca merasa dangkal akan ilmu pengetahuan sekalipun cara penyampaian Voltaire bisa dianggap kocak, aneh, dan bisa juga terdengar  kasar (tapi pada umumnya akan menyebabkan kegundahan dan kegelisahan bagi pembaca yang benar-benar niat mau berpikir) khususnya tentang sesuatu yang berlangsung dan relevan hingga abad ke-21 (Manusia dan fanatisme dan kebengisan)

Kembali pada uang yang Voltaire utarakan nih,  siapa yang tidak tahu benda mati bernama uang?. Uang yang terkadang menyebabkan kita bisa saling bunuh dan saling sikut agar bisa mendapatkannya, dan kadang uang bisa menyebabkan teman jadi musuh dan musuh menjadi teman hanya karena uang. Bahkan dihadapan uang seakaan-akan kita menganut Agama yang sama tanpa ada agama lain yang menandinginya (Realitas zaman menunjukkan hampir banyak orang melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang dan memperbanyak uang yang mereka punya sebab uang lebih universal daripada kebaikan itu sendiri). Uang seakan-akan mampu menyatukan jalan untuk kebaikan bersama dan semua permasalahan dapat teratasi dengan kita  pegang uang dan satu lagi realitas gila hari ini ada sebagian orang yang menilai suatu kesuksesan seseorang dengan seberapa ia memiliki uang bukan lagi dilihat dari sejauh apa manusia itu berguna dan bermanfaat. Uang sebagai penolong satu-satunya dan seakan setera dengan kekuatan Tuhan. Banyak manusia di abad 20 rela berbuat tidak baik hanya demi mendapatkan uang ntah untuk keperluan remeh temeh hingga yang aneh-aneh,  seakan-akan uang adalah surga yang nyata hingga setiap manusia terkadang melepas akal sehatnya (semoga kita bukan salah satu diantaranya) dan uang bak agama madani yang mampu menyatukan sekian keyakinan untuk patuh dan taat pada benda tersebut, dengan uang kita bisa melakukan apapun dan bisa berbuat apapun. (Sesuatu yang salah bisa bernilai benar jika ditunjang uang dan sebaliknya sesuatu yang benar bisa salah jika tidak ditopang adanya uang).

Bahkan Cinta pun dapat diadili dengan seberapa kamu punya uang (masa bodo cinta pakai ketulusan hati, yang realistis menuju bahagia adalah ketika kamu punya uang untuk jatuh cinta). Tuhan seperti menjelma menjadi sosok uang,  atau kita ini sedang disesatkan  hati dan pikiran untuk terus menghamba pada uang seakan-akan cara pandang kita dibentuk oleh zaman bahwa uang adalah satu-satunya sumber kebahagian dan sebagai penolong yang memiliki substansi bersifat kekal, yang sejatinya hanya ada pada Tuhan (naudzubillah, semoga bukan aku dan kalian-kalian yang terjangkit lekaslah sembuh hehe... ).

    Voltaire dikenal tulisan filsafatnya yang tajam, kebebasan berpikirnya membuat ia menjadi sosok yang penuh daya kritis di perubahan sosialnya.  Dunia memang perlu dan butuh uang untuk hidup sebagaimana mana aturannya,  namun jika sampai di Tuhankan dan sampai mati-matian menghalalkan segala kedzoliman untuk benda mati bernama uang, saya rasa kita sudah terlalu jauh dibawa tersesat pada kesesatan yang jahiliyah. Bahkan pernah ketika penulis membuka sebuah instastory di Instagram (saya suka stalking soalnya hehe... ) sebut saja akun instagramnya @hrgejyrndhjdjdhsdhd ia cantik dan seksi tapi otaknya kurang bergizi "ini acu kamu kapan halalin aku,  tapi temui dulu mama acu. (mamanya nyambung)  kalau nggak bawa dunia mending jangan" ujar Qoute bijak dalam konten story tersebut.

Tulisan ini hanya berupa catatan ringkas, tidak dibenarkan jika meyakini segala apa yang telah ditulis mengingat suatu kerangka berpikir seorang pemikir hebat memiliki banyak inteprestasi sebagai kekayaan khazanah teoritis ilmu pengetahuan.

 


Label:

04 Maret 2021

Catatan Bingung No.1: Subtansi - Spinoza

 


    Sebagai mahluk yang memiliki keyakinan serta percaya bahwa Tuhan dan bumi ada kaitannya dan saling berkaitan tidak terpisahkan diantara keduanya (kalian mungkin dapat temui hal tersebut dalam buku tentang semesta, teori penciptaan dan asal-usul kehidupan manusia atau bahkan dalam kajian khotib sholat jumat). Tuhan dan bumi mengandung makna dan pengertian yang berbeda, unsur, dan posisi objek yang berbeda (orang yang kurang pikir bertanya apakah Tuhan itu bumi? atau sebaliknya).

    Sebelum penulis bingung akan hal ini (semoga hanya saya saja yang bingung), ternyata jauh pada abad ke-16 filsuf besar bernama Baruch de Arnozza (akrab dipanggil Spinoza oleh intelek yang otaknya banjir ilmiah). Berbicara hubungan Tuhan dan bumi  seperti gejala kebingungan yang sedang dialami oleh pendahulunya yakni filsuf kesohor bernama Rene Descartes (sapaan akrabku memanggilnya Deska). Deska ternyata juga memiliki permasalahan pikir (bukan sakit jiwa loh ya...) bagaimana Tuhan, jiwa, dan dunia material dapat dipikirkan sebagai satu kesatuan utuh? (kalian bisa baca dibuku tuhannya para filsuf atau filsuf besar tentang manusia) Usut punya usut ternyata gaess, Spinoza meneruskan apa yang menjadi kebingungan si eyang Deska, ia mencoba berpikir mendalam (bukan bengong dan halu apalagi kepikiran kaya kamu waswasin doi yang lagi ngga ada kabar...).

    Pandangan Spinoza mengenai substansi tunggal merupakan tanggapannya atas pemikiran Descartes tentang masalah substansi dan hubungan antara jiwa dan tubuh. Dalam filsafat Descartes, terdapat sebuah permasalahan yaitu bagaimana Tuhan, jiwa, dan dunia material dapat dipikirkan sebagai satu kesatuan utuh? Sedangkan Spinoza dalam bukunya Ethica, Ordine Geometrico Demonstrata (Etika yang dibuktikan dengan cara geometris), menjawab permasalahan dari pemikiran Deska dengan mendefinisikan subtansi sebagai sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri dan dipikirkan oleh dirinya sendiri. (artinya sesuatu yang konsepnya tidak membutuhkan konsep lain untuk membentuknya). Kembali lagi pada subtansi tunggal tentang Tuhan, jiwa dan dunia apakah satu?.

    Spinoza menafsirkan dari sudut pandang subtansi,  sifat subtansi itu kekal, tunggal dan utuh (tidak putus kaya hubungan percintaan kalian) serta tidak terbatas.  jadi dapat disimpulkan bahwa sifat kekal pada subtansi hanya dapat kita temui didalam sifat Tuhan, sedangkan dunia dan jiwa adalah bagian terkecilnya, disini Spinoza menegaskan dikatakan subtansi tunggal itu dalam bentuk karena Tuhanlah jiwa dan dunia material itu ada. Jadi jika kalian mencintai dan menjaga tubuh serta dunia material maka kita sebagai mahluk berpikir (apalagi intelek bukan intelek isi telek ya... ) sama saja dengan berbuat baik untuk menyenangkan subtansi Tuhan itu sendiri. 

*Hanya sebatas catatan gabut, jangan Baperan ya ...



Label:

03 Maret 2021

28 Oktober: Pemuda dan Mahasiswa Tetaplah Anjay

 

Sumber Gambar: Inart Bogspot

Semua manusia pasti mengalami fase menjadi seorang pemuda, ntah akan menuju atau bahkan telah melawati masa mudanya (nostalgia muda). Dan sapatutnya bersyukur kalian yang saat ini berada difase-fase menjadi pemuda (muda yang berbahaya). Bahaya yang dimaksud, dimana seorang yang muda berani mengambil segala resiko sekalipun cenderung terburu-buru mengambil suatu keputusan baik dalam hal bertindak maupun pikiran dari buah idealismenya (bang rhoma, maklum darah muda). Jika kita berbicara dunia para pemuda tentu tidak akan pernah ada habisnya, sebab dinamika pemudalah yang saya rasa begitu kompleks. Pemuda pada masa pra Kemerdekaan misalnya,  tentu memiliki peran besar bahkan penentu bangsa Indonesia untuk menuju kemerdekaan negara ini. 

Pembaca pasti banyak tau tentang peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945. dimana pada peristiwa tersebut, para pemuda saking bucinnya (bukan budak cinta lohh tapi cinta beneran) pada negara kesatuan sehingga begitu antusias untuk memerdekan Indonesia dengan memilih jalan menculik Presiden Ir. Soekarno dan Moh. Hatta (jangan sampai kalian menculik bapak Jokowi setelah membaca ini karena beda jaman ...).

Tepat jam 04.00 pagi para pemuda menculik tokoh paling berpengaruh untuk menentukan proklamasi kemerdekaan,  dengan mendesak golongan tua bahwa Indonesia harus segera memproklamasikan kemerdekaannya (secepatnya) dan para pemuda menolak jika kemerdekaan bangsa Indonesia didapat dari hasil pemberian/hadiah penjajah (pemuda maunya kita menang dramatis,  bukan hasil ngemis kemerdekaan dari bangsa jepang) . Aksi tersebut dikomandoi oleh tiga pemuda pemberani yakni Sukarni,  Wikana,  dan Chairul Saleh hingga terjadi perundingan antara golongan tua dan muda (perundingan panjang) .  Akhirnya Ir. Soekarno dan Moh.  Hatta dan menyetujui desakan para pemuda dengan dibacakannya teks Proklamasi kemerdekaan di rumah Ir.  Soekarno di Pegangsaan Timur pada tanggal 17 Agustus 1945. Dari peristiwa tersebut jangan sampai tidak kita tidak mampu memaknai. bahwa pemuda memiliki semangat juang yang sangat tinggi dan keberaniannya yang sangat gigih terhadap apa yang dia perjuangkan termasuk pada negara  yang dicintai (seharusnya pemuda hari ini). 

Namun Apa sih yang dimaksud Pemuda? Apa pemuda itu identik dengan Remaja,  atau identik dengan kata semangat (sampai-sampai tan menulis buku semangat muda). Atau harus seperti masa muda-mudanya Sukarni,  Wikana dan Chairul salah?  Tentu dinamika dan tantangan zaman sudah berbeda,  tidak mungkin pemuda hari ini menculik Ir.  joko Widodo dan wakilnya agar terlihat seperti pemuda yang dimaksud Ir.  Soekarno. 

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."

Secara umum definisi daripada pemuda itu setidaknya memiliki dua definisi yang menyangkut batasan usia pemuda, sifat ataupun karakteristik pemuda, dan tujuan dari aktivitas kepemudaan. WHO menyebut sebagai ”young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescence” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda. Definisi yang selanjutnya, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural. Menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umumnya. (kalau dalam buku-buku bacaan tan malaka,  semangat muda adalah semangat pembaharu).

Penulis tidak akan menceritakan kembali runtutan peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi selama perjalanan bangsa ini yang dimotori oleh kelompok pemuda, termasuk peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1908 yang ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini (karena saya rasa pembaca lebih memahami daripada penulis) . Hanya sedikit yang penulis ulas tentang bagaimana keberanian pemuda (sebagai contoh saja)  pada paragraf dimuka yang menceritakan secara singkat tentang keberanian Sukarni,  Wikana dan Chairul Saleh. Yang setidaknya menjadi refkeksi bagi kita sebagai pemuda sebagai generasi penerus jangan sampai gampang ciut (seperti ayam makan garam)  apalagi cuma masalah remeh temeh (putus cinta gantung diri, ini bukan jiwa pemuda) silahkan Bucin pada lawan jenis yang disukai tetapi ingat jangan lupa tugas pokok dan fungsi sebagai pemuda bangsa yang besar dan merdeka karena peran pemudanya. 

Dalam judul tulisan ini pemuda saya kaitkan dengan kata Anjay yang perhari ini lagi trend sebagai kosa kata gaul dikalangan millenial,  bahkan anjay pun tidak bisa diterjemahkan dalam KBBI namun ada beberapa artikel bahwa Anjay adalah kata yang dibengkokkan dari kata "Anjing" namun saya rasa itu juga belum begitu bisa dikatakan benar,  karena anjay menjadi kata yang tidak memiliki pegukuhan makna (atau kata mati) sehingga sangat rentan sekali untuk ditafsirkan subjektif. Dikalangan millenial, anjay seperti kata yang sangat akrab dan penuh emosional dikalangan darah muda sebagai suatu keasyikan dalam berteman dan bergaul. Penulis pernah mendengar dan mengamati anak-anak muda diantaranya ketika si Pemuda jago berpuisi (anjay puisinya), si muda pakai baju branded (anjay bajunya), si doi dapat juara bla bla (anjay banget). Anjay seakan-akan seperti "Wah/keren/bagus". Mungkin pemuda hari ini khususnya para millenial sudah bosan memakai kata-kata yang baku (tapi ingat,  ada tempatnya penggunaan kata itu,  dan tidak berlaku disemua orang dan semua tempat apalagi kosa kata dipakai untuk menjawab soal ujian…)

Pemuda dan Mahasiswa tetaplah Anjay
Menjadi pemuda itu bukan hanya anjay di baju dan penampilannya saja, namun penting juga sikap kritis dan selalu subur dalam berkarya  atau dalam hal lain jadi pemuda jangan sampai mati kreativitas dan tetap bermental yang mampu menyurakan kebenaran dan tidak bertindak atas dasar pembeneran. hal tersebut menjadi hal terpenting dalam menentukan kemana arah kemajuan bangsa Indonesia kedepannya. Tahun ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan kejadian-kejadian aksi dikalangan kaum muda,  baik kelompok pemuda ataupun mahasiswa,  mereka serentak menentukan sikap dengan mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak memihak rakyat kecil,  secara tupoksi tentu sudah sangatlah tepat karena salah satu tugas Pemuda dan Mahasiswa adalah Agent of Social Control atau dengan kata lain mereka mempunyai tanggung jawabmenyuarakan/menyampaikan kebenaran, beberapa buku tentang pemuda  pasti akan bersepakat bahwa Pemuda dan mahasiswa itu adalah penentu keputusan karena kemampuan berpikir pemuda dan mahasiswa yang sangat segar dan cemerlang. Tentunya juga semangat pemuda yang begitu tinggi (kita bisa refleksi kejadian tahun 1998 ketika pak harto lengser). Pemuda dan Mahasiswa dituntut mampu untuk mengontrol keadaan negara bukan untuk sekedar mengkritik, tetapi juga memberikan kontribusi yang riil untuk perubahan yang lebih baik (agent of social control). Sebagai kaum intelektual khususnya pemuda yang mahasiswa harus bersikap berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kritis terhadap kebijakan para pemegang roda pemerintahan.

Perhari ini bangsa Indonesia juga sedang dihadapkan pada masalah demoralisasi.  Benar yang dikatakan Presiden RI bapak Ir.  Joko Widodo bahwa mental kita perlu direvolusi (mental moral), namun muncul pertanyaan dibalik jargon seruan revolusi, yang mau di revolusi yang sebelah mana dulu, Rakyat or Pemerintah?  Disinilah tugas serta tantangan pemuda dan mahasiswa sebagai agent of Change sebagai penyeru perubahan mendapat tantangan ke-Anjay-annya untuk kearah yang lebih baik dan lebih pada memberikan suatu contoh yang baik atas sikap yang seharusnya dilakukan sesuai moral yang menjad nilai-nilai kebaikan bersama.  Penulis jadi ingat filsuf ternama bernama Socra (sapaan akrab penulis pada socrates)  bahwa hal yang tidak baik (berupa apapun) tidak akan pernah bisa kita berangus kecuali dengan kembali pada diri sendiri yang mencontohkan dark kebaikan tersebut maka dengan demikka hal tidak baik akan hilang dengan sendirinya jika semua orang mampu memperbaiki dirinya sendiri (berkaca diri untuk mengenal diri). Tentunya dalam membenahi demoralisasi akan selalu bersinergi dengan tupoksi mahasiswa dan pemuda seperti yang pernah penulis temukan dalam tulisan jurnal (revolusi pendidikan) yang menjadi salah satu tugas penting pemuda dan mahasiswa yakni moral force atau kekuatan moral karena sangat besar pengaruhnya terhadap peradaban bangsa. Lalu mengapa harus moral force? Mahasiswa dan pemuda dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. 

Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa dan pemuda adalah bagian dari masyarakat sebagai orang yang memiliki beragam ilmu pengetahuan, dimata masyarakat umum bahwa pemuda dan mahasiswa adalah orang yang anjay dengan idealisme dan kecerdasannya. Namun, sebaliknya dari anjay menjadi sikap yang anj**g bila peran pemuda dan mahasiswa yang satu ini telah banyak ditinggalkan dan banyak mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme (bodo amat penting saya senang). 

Pemerintah beberapa bulan lalu memberikan suatu aturan UU terhadap kata Anjay,  penggunaan kata Anjay untuk seseorang akan berindikasi pidana dan dibui, namun kalangan pemuda dan mahasiswa dengan keanjayannya justru memberikan feed yang bagus bahwa pemerintah jangan terpokus pada masalah yang tidak terlalu urgensi atau tidak bersubtansi dengan mengabaikan dan meninggalkan masalah-masalah yang besar yang terbengkalai dan bahkan sampai hari ini pemuda dan mahasiswa sangatlah antusias mengawal proses demokrasi.
 
Jika boleh berpendapat bahwa tindakan pemuda dan mahasiswa ntah benar atau salah,  namun berani menyampaikan suatu sikap kritis yang penulis rasa anjay banget bahwa betapa tidak relanya kaum pemuda dan mahasiswa jika rakyat tidak dilindungi dan disejahterahkan oleh jalannya demokrasi yang berlangsung. Hal ini juga bagian dari nilai-nilai refleksi semangat muda pada masa-masa Sukarni, Wikana dan Chairul Saleh.  serta bagian dinamika disetiap generasinya dalam dunia kepemudaan. Dengan semangat berpikir dan bertindak mampu menjadikan suatu power dalam diri bangsa Indonesia bahwa negara ini besar pengaruhnya yang terdapat pada kalangan para kaum muda. 

 

 


Label: