26 November 2016

Mengulas: Pemikiran Karl Marx Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionis (Perspektik Frans Fragnis Suseno)


Sumber Gambar: Google Images
 

    Alhamdulillah Hirabbil Alaamin, dalam kesempatan ini saya berusaha mengulas inti dari buku Pemikiran Karl Marx di bagian bab satu.  Mempelajari pemikiran Marx tentu sangatlah baik apabila dalam objek memahami sebagai suatu kajian Ilmu sosiologi sehingga dapat djadikan sebagai kajian Culture Studies dan Disiplin ilmu sosial modern sebagai alat analisis perubahana sosial dengan mencari kelemahan dan Kelebihan dari pemikiran Marx dari tataran teori, basis filsafat hingga suatu konsepsi yang sangat Ekstrimis dan Radikal pada masanya seperti yang sempat disinggung dalam kajian bedah buku oleh seorang Dosen bernama Nur Sayyid Santoso penulis buku Negara Marxis dan Revolusi proletar.


Cakap-cakap.

Bersama dengan Penolakan kita terhadap Marxisme-Komunisme apakah kita tidak membuang air mandi bayi berikut dengan bayinya? Air mandi itu adalah hal-hal yang tidak efisien dan tidak toleran didalamnya, dan si bayi adalah idealismenya. Itulah yang tidak ada pada kapitalisme. Ada kanker di jantung kapitalisme” – Charles Handy


“Finding sense in Uncertainty” Dalam “Rethinking the Future


    Karl Marx adalah satu filosof, sosiolog, dan ahli ekonomi pada abad ke-19 yang mempengaruhi filosof-filosof pada abad ke 20 seperti Auguste Comte dan Martin Heidegger. Comte dan Heidegger mengubah cara pilsof berpikir dalam bahasanya Frans Fragnis yang saya baca yaitu “ akan berdampak juga kepada pola pikir masyarakat luas). Sedangkan Karl Marx mengubah cara manusia untuk bertindak.


Pendahuluan


Ada hantu berkeliaran di eropa, hantu itu komunisme”- Manifesto Komunis.


    Kira-kira seperti itu bunyi Prawanca dalam buku Karl Marx tentang Manifiesto Komunis sebelum masuk pada Bab pembahasan. Dokumen termasyur bagi kaum Marxisme-Leninisme yang ditulis oleh Freiderich Eangles dan Karl Marx tahun 1847. Sepertiga umat Manusia pernah hidup dibawah benderanya, sehingga muncul konsep yang disebut Euro Komunisme. [Baca: Manifesto Komunisme]
Disini saya akan Menyajikan Poin-Poin Penting dari Hasil saya Membaca buku dari Frans Fragnis Suseno khusus mengenai muatan pengetahuan di Bab satu bukunya yang berjudul “Pemikiran Karl Marx: Dari Utopis hingga perselisihan Revisionis” diantaranya.


Pemikiran Karl Marx Banyak dipengaruhi G.W.F Hegel


    Pemikiran Karl Marx banyak dipengaruhi oleh Hegel dengan Pola Dialektika-Filsafat, Sejarah-Materialisme. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika ingin mengetahui alur pemikiran Sosialisme Karl Marx tidak akan jauh berbeda dengan pemikiran G.W.F Hegel. Dengan pernyataannya bahwa Hegel adalah Filosof terbesar baginya


“Hegel seperti sungai api yang dapat membuat otak dan tubuh ini terbakar”- Karl Marx


Catatan: Perlu diketahui pendapat Marx dalam tulisan Fragnis Suseno. Pertemuan Hegel dan Marx. Atau Pertemuan Marx dan Hegelian perlu kita kaji bersama karena secara logika berpikir tentang kelahiran dan masanya, Marx dan Hegel sangat Jauh selisihnya dari kematian Hegel dan Proses Pendidikan Marx di Prancis, sangat tidak mungkin kalau Marx secara langsung berguru pada Hegel, dan juga perlu kita kaji seperti yang pernah didiskusikan dengan kawan diskusi bahwa Hegel merupakan pemikir idealis  dia seorang dosen di Prancis yang popular pada abad 16 sampai abad 17. Jika pola pemikiran Marx Tulen mengikuti Hegel kenapa pijakan berpikir Marx Lebih pada filsafat Material.


 Kematian Suatu Ideologi Politik
        

     Pada tahun 60-an dan 70-an di eropa benyak beredar buku-buku Karl Marx, Lenin, Mao Tse-dong    diberbagai Universitas Di eropa barat. Sedangkan di Asia ideologi Marxisme disingkirkan oleh adanya suku, regionalisme, dan fundalitalisme agama yang menjadi pertentangan Ideologi Marx. Pada tahun 1989 satu demi satu rezim komunisme di eropa timur mulai runtuh (Polandia, Rumania, JermanTimur, Cekoslovakia). Pada tahun 1971 Uni soviet melepasakan monopoli kekuasaan selama 73 tahun. Pada tahun 1991 Uni soviet pecah menjadi 14 Republik Independen. Hanya China, Laos, Vietnam, Kuba, dan Korea Utara yang masih berhasil memegang kekuasaannya.

Catatan: Perlu kita kaji bersama, jika Komunisme tidak dapat diterima oleh adanya suku, agama, dan Fundamental ideideol budaya di Asia, mengapa di China dan Vietnam masih tetap hidup ideologi Komunisme tersebut, bahkan pernah singgah di Indonesia? Saya rasa Fragnis Belum secara gamblang mencelasakan tentang marxisme tipe apa yang tidak mudah diterima di Asia. Seperti pendapatnya tentang Marxisme-Leninis dan Marxisme Non Komunis. Jika dikaitkan oleh pernyataan Kautsky dan Beurbach keduanya adalah Paham atau ideology yang sedikit memiliki perbedaan anatara marxisme murni dari marx dan Marxisme komunis dari Lenin. Tapi yang jelas ideologi komunis intisari ajarannya adalah Marxisme (Sosoialisme) dan Sosialisme atau Marxisme belum tentu adalah Komunis.


Pemikiran Karl Marx Masih Menentang


    Marxisme adalah ideology perjuangan kaum buruh perlu digaris bahwa pemikiran Karl Marx hanya berpengaruh pada Sosiologi, Ekonomi dan filsafat praktis yang hidup pada abad ke-20” rumusan thesis nomor 11 tentang Feurbach yang termasyur “ Para Filsof hanya memberikan interprestasi yang berbeda kepada dunia, yang perlu ialah mengubahnya” . - Robert Owen


“Marx tidak hanya mengajarkan kita tentang bagaimana kita berpikir tentang suatu konsep, akan tetapi marx juga mengajarkan bagaimana cara kita bertindak secara taktis” Robert Owen.


Catatan: Owen adalah seorang anak bangsawan yang lebih memilih hidup anti kemapanan dengan keluar dari status kebangsawanannya, dia pernah punya pabrik tekstil dengan memperkerjakan ribuan buruh dengan kehidupan yang layak dengan adanya asuransi diberbagai kehidupan sosial seperti sekolah gratis, pengobatan gratis, dan tempat tinggal layak serta upah yang layak. Namun filosof ini masih tergolong pemikir utopis oleh sebagian filosof yang hidup dimasanya. Bagaimana dia pernah mengadakan peperangan denga ratu Elizabeth siapa yang menang dalam peperangan tersebut yang kalah dalam medan tempur harus menyerahkan tanah kekuasaannya. Seperti yang kita ketahui Inggris adalah negara Industri kedua setelah Prancis. Sama-sama merupakan negara Imperialis yang didalamnya terdapat orang-orang beraliran kapitalisme sehingga Owen yang memahami ajaran Marxisme sangat berkontradiksi dengan batinnya.


Mengkaji Pemikiran Karl Marx


    Ajaran Karl Marx atau yang lebih dikenal dengan istilah Marxisme memiliki makna dan Filosofi sebagai ideology pergerakan buruh Industri. Yang sangat menghendaki adanya revolusionerisme yang mengarah pada perubahan sosial atau perbaikan dalam kehiodupan masyarakat. Karl Marx menghendaki filsafat praktis artinya Marx menginginkan bahwa filsafat tersebut tidak hanya interprestasi, (baca pernyataan Feurbach di atas) melainkan memberikan perubahan langsung pada masyarakat Luas. (lihat pernyataan Rober Owen).
Catatan; Pernyataan Feurbach dan Owen tentang Filsafat Praktis sangat sejalan atau dalam bahasa Syntesis adalah Perantara dan diperantarai. Itu artinya mereka murni beraliran Marxisme dengan gerakan Progresif Revolusioner.


Bedanya Marxisme dan Komunisme ?


    Perlu kita ketahui, kita harus membedakan Marxisme dengan Komunisme. Marxisme merupakan ideologi atau paham yang melakukan sebuah perubahan sosial yang pada kelahirannya yaitu untuk memperjuangkan kaum buruh makanya disebut sosialisme yang artinya tak lain adalah ideologi kaum buruh. Sedangkan Komunisme menghilangkan hak milik pribadi dan menjadikan hak milik bersama sehingga Marx sangat mengutuk yang namanya pertentangan Kelas. Komunisme secara harfiah adalah Komunal yang artiya Sama atau Rata baik status sosial, keadilan dan kesejahteraan. 

Catatan: disini terdapat perbedaan pengertian atau definisi yang disampaikan oleh Fragnis Suseno dan Nur Sayyid Santoso tentang Marxisme dan Komunisme [Baca Buku: Pemikiran Marx dan juga bandingkan dengan Diskusi Nur sayyid Santoso saat membedah Buku Negara Marxis dan Revolusi Proletrar].


Marx: Agama itu Candu


    Konon dalam ceritanya Marx menganggap bahwa agama candu dilatar belakangi oleh kepindahan status agamanya yang awalnya berasal dar keluarga yahudi, namun karena ayah nya menginkan kenaikan jabatan Ayahnya pindah agama menjadi agama Kristen Protestan yang beraliran Lutheran (aliran Ortodoks yang mempengaruhi pemerintahan].

    Sehingga saat itu Marx hidup di lingkungan geraja namun tak lama kemudian marx berontak dan keluar dari lingkungan gereja dan agama Kristen apalagi marx sangat tidak suka dengan lingkungan geraja yang Feodal dan sampai akhirnya dia tidak memiliki agama (atheis). Lalu Marx Memutuskan untuk lari ke Prancis tempatnya para pemikir Sosialis Purba yang menjadi pengikut ajaran Hegel atau lebih dikenal degan nama The Young Hegelian yang terdiri dari Proudhon, Engless dan Feurbach dan Marx bertemu dengan mereka saat pra Revolusi Industri Prancis.


Catatan: Saya Harus mencari epistemology pemikiran Marx terkait pernyataan  tersebut dan sampai hari ini saya masih belum bisa menemukan secara pasti dan melakukan berbagai perbandingan. Sehingga saya hanya dapat menyampaikan sebatas latar belakang mengapa Marx candu terhadap agama.


Kritik Agama dari Karl Marx untuk Feurbach


    Sebelumnya saya pernah menulis artikel dengan tema yang sama yaitu kritik marx pada feurbach tentang agama yang saya posting di Dialektika Nusantara. Feurbach pernah berpendapat dalam tulisannya

“agamalah yang menyebabkan individu manusia menjadi sifat individualistic dan egoistik” Feurbach


Namun pernyataan tersebut disanggah oleh Marx dengan pernyataannya

bukan agamalah yang membuat individu muncul sifat egois dan fanatisme. Tetapi faktor ekonomilah yang menyebabkan kerusakan” -  Karl Marx

Catatan: perlu pembaca ketahui ini adalah kutipan Marx dan feurbach yang ada dalam buku karangan frans fragnis suseno. Dia beranggapan bahwa Marx sedikit tidak sinis terhadap agama karena faktor emosional pada ayahnya yang menyebabkan hal tersebut. Menarik untuk kita kaji lagi dan mencari berbagai sumebr dari epistemology pemikiran kiri. Saya masih membaca buku buku Kautsky dan Eangles tentang hal tersebut.


Ada Dua Ajaran Sosialis: Marxisme Non-Komunis dan Marxisme-Leninisme


    Marxisme non-Komunis murni ajaran Karl Marx untuk melakukan perubahan revolusioner yang dampaknya untuk menciptakan keadilan dan perbaikan sosial yang menjadi musuh utmanya adalah kapitalisme pada saat industry Prancis. Sedangkan Marxisme leninisme merupakan ideology atau paham komunis yang terkenal dengan pemukanya yaitu Vladimir Ilyic Ulyanov (Lenin). Lenin meng-koptasi ajaran Karl Marx menganggap bahwa pewaris tunggal ajaran Karl Marx adalah Lenin sehingga intisari ideologi komunisme adalah paham marxisme akan tetapi Lenin tidak sepenuhnya mengetahui ajaran-ajaran tentang marx muda yang humanis seperti yang diungkapkan oleh Althusser tokoh marxis dari Britania Raya dalam bukunya Germany Ideology yang menyebutkan bahwa lenin belum sepenuhnya mengetahui tentang Thesis no.11 yang ditulis oelh Feurbach bersama Marx tentang keterasingan sosial. Sehingga saat lenin menjabat sebagai presiden di Uni soviet menggunakan sistem dictator Otoriter dibawah pimpinan satu partai eksklusif yang tak segan-segan menggunakan sifat kekerasan sarkasme dan itu keluar dari jiwa Marx yang sangat Humanism. Itu terbukti saat Komunisme masuk ke Indonesia saat Presiden Ir. Soekarano menyatukan ideologi Nasionalis, Komunisme, dan Islamis  (Nasakom). Yang terjadi adalah adanya pemberontakan Gerakan 30 september 1965 atau masyarakat Indonseia sering menyebut dengan sebutan G-30s/PKI yang menjadi catatan gelap bangsa Indonesia dengan terbunuhnya tujuh Jenderal secara mengenaskan. Karena komunisme sangat terancam dengan lawan politiknya sehingga menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan lawan-lawannya yang mengusik dan mengancam kekuasannya.

Label:

14 November 2016

NOVEMBER UNTUK DINA



November untuk Dina
Gejolak rindu berdiskusi denganmu
Tak ada yang lebih santun dari suaramu

November untuk Dina
Tiada lagi, selain berbicara tentang negaramu

November untuk Dina 
Lagi-lagi kamu bertanya siapa pahlawanmu

November untuk Dina.
Kutulis Rima Kecil untuk gadis belia seumuran kamu

November untuk Dina
Belum waktumu mengenal Marx dan diriku

November untuk Dina
Semakin unik saat diri ini menceritakan tentang kamu.

November untuk Dina
Semoga semangatmu jadi semangatku.

Label:

05 November 2016

Menyikapi Marxisme-Komunisme Dengan Kritis dan Argumentatif


Sumber Gambar: Dhianita Kusuma

Diskusi dengan senior HMI beberapa hari yang lalu menghasilkan bahwa pemerintah saat ini sangat sensitif dengan adanya isu-isu Komunisme yang muncul kembali di negara Indonesia, Indonesia punya masa lalu buruk dengan ideologi yang dicetuskan oleh Vladimir Ilyic Ulyanov (Lenin).

Keterlibatan PKI pada peristiwa G30S/PKI, dalang atas terjadinya tragedi berdarah tahun 1965. Kenyataan pemerintah sangat sensitive dengan issu ini, dikuatkan dengan berita kasus penangkapan Adlun Fiqri di Ternate yang diberitakan oleh Kompasiana, remaja yang menggunakan kaos Palu Arit (Simbol Komunisme Indonesia) dan menyebarkan ajaran Komunisme di media sosial pada 11 Mei lalu.

Paham komunisme sendiri merupakan sebuah paham yang sangat anti dengan Pluralistik Demokratis, partai-partai komunis dimanapun mencari monopoli kekuasaan dengan tujuan untuk mendirikan sistem Marxisme-leninisme dibawah pimpinan partai eksklusif. Hal tersebut bertentangan dengan Ideologi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia dan sangat menjujung tinggi nilai Pluralitas serta kehidupan berdemokrasi.

Jika kembali pada Pengalaman pahit dengan PKI, membuat pemerintahan Orde baru dengan segala dukungan masyarakat luas secara besar-besaran membubarkan PKI beserta oganisasi pendukungnya dan menutup jalan kembali bagi paham Marxisme-komunisme di Indonesia. PKI dan Ideologinya tidak mungkin ditampung dalam pluralitas pola penghayatan dan atas dasar Pancasila.

Hingga saat ini yang terjadi adalah pelarangan penyebaran paham Komunisme dengan dibukanya TAP MPRS XXV Tahun 1966 “larangan paham komunisme tetap berlaku” . Bukan hanya Marxisme-leninisme sebagai ideologi Komunisme yang dilarang, tetapi saat ini seluruh ajaran marxisme dan bahkan pemikiran Karl Marx pada umumnya secara De facto dikeluarkan dari jangkauan perhatian ilmiah.

Sangat disayangkan pula, jika ideologi Marxisme-komunisme juga disingkirkan dari materi yang dipelajari di Universitas-universitas dan Perguruan-perguruan tinggi dalam rangka ilmu humaniora yang bersangkutan. Menurut analisa saya ideology-ideology kiri (Marxisme-komunisme) yang mengancam keutuhan negara dan ideology Pancasila harus disikapi secara Kritis dan Argumentatif bukan untuk ditabuhkan dan dimitoskan sehingga menyebabkan phobia dan anomaly yang berlebihan serta agar tidak terjadi kebalikan dari apa yang dipesankan dalam UUD 1945: 

kehidupan bangsa tidak dicerdaskan, melainkan dibodohkan.”

Indonesia tidak perlu khawatir, komunisme Indonesia merupakan anomaly sejarah, ketika dunia global sudah mulai meninggalkan paham komunisme, di Indonesia mulai menggeliat. Dan kebangkitannya akan digilas oleh mereka-mereka yang mau belajar dan berpikir secara kritis serta argumentatif untuk menangkal ideology radikal dan sindikalis semacam Komunisme-marxisme. Yang perlu kita kedepankan adalah sikap kritis tehadap ideologi tersebut dan memfiltrasi apa yang baik dari ajaran ideologi Marxisme-komunisme, sehingga kita dapat menarik hipotesa-hipotesa untuk dijadikan simpulan awal dan dapat kita komparasikan dengan ideologi lain yang dianut oleh banyak bangsa di dunia ini. Seperti halnya Ir. Soekarno yang rajin melakukan perbandingan saat ingin menyatukan bangsa Indonesia bahkan yang saya baca dari tulisan F. Fragnis Suseno, Ir. Soekarno bertuakar pikiran dengan tokoh kiri seperti Marx, hegel, Lenin dan Tokoh Kanan seperti jawaharal Nehru, Mahatma Gandhi, dan Jamaludin al-Afghani untuk mencari tahu dan mendapatkan kesimpulan tentang sosio-Demokrasi dan Sosio-ekonomi dalam konsep kemanusian.

Satu contoh Ir. Soekarno adalah manusia yang kritis dan argumentative,  Menurut saya  Ideologi Pancasila sudah sangat Komplit untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tentang kesetaraan sosial yang menjadi andalan paham Marxisme-komunisme sudah tercantum dalam Sila kaadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tentu dengan cara yang Pancasilais dalam kesetaran sosial tersebut, bukan dengan cara yang dicetus oleh Marxisme-Komunisme sama rata sama rasa. 

Label:

Mahasiswa dan Pemuda Jangan Apatis

Sumber Gambar: Harian Haluan

“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya,

Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”Ir. Soekarno
Selengkapnya »

Label:

Konsep Pemikiran Karl Marx Dan Negara Marxis



Bagi orang Indonesia Marxisme identik dengan ajaran atheis yang tidak sejalan dengan paham yang berkembang di Indonesia oleh karena itu meskipun pernah tumbuh subur di masa perjuangan ideologi ini berhasil diredam bahkan dilenyapkan dari bumi pertiwi. Pemikiran bangsa Indonesia tentang marxisme yang mengidentikannya dengan paham ant ketuhanan tidaklah sepenuhnya salah karena itu adalah bagian dari ajaran yang dikembangkan Karl Marx Bapaknya komunisme dan pencetus marxisme.


Akan tetapi karena atheisme adalah hanya sebagian dari ajarannya. Menarik kiranya mengkaji pemikiran Karl Marx secara utuh. Karena para ahli sejarah dan sosial sepakat bahwa ajaran Karl Marx merupakan salah satu yang memberikan sumbangsih terhadap berkembangnya peradaban dunia seperti sekarang ini. Ahmad Suhaemi dalam bukunya “Pemikiran Politik Barat” mengemukakan bahwa pemikiran Karl Mark adalah salah satu yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan peradaban Barat dewasa ini. Pemikirannya tentang kelas sosial, Materialisme sejarah dan hubungan antara negara dan agama disadari telah membentuk peradaban maju dunia barat seperti sekarang ini. Tentunya hal tersebut tidak mengenyampingkan pengaruh pemikiran-pemikiran lain seperti Aristoteles, Plato, Montesque, Hegel, dan yang lainnya.


Lalu bagaimana sesungguhnya pemikiran Karl Marx dan bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan peradaban dunia saat ini?


Sebagai seorang ilmuwan sosial buah pemikiran Mark sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial saat ia hidup. Revolusi industri yang terjadi di eropa waktu itu merupakan referensi dalam setiap karya yang dihasilkannya. Lebih lanjut lagi sebagai seorang pemerhati, Mark melihat adanya kelemahan dari berlakunya sistem kapitalisme di negerinya yang kemudian menghasilkan postulat-postulat pemikiran yang menjadi cikal bakal berkembangnya marxisme dan komunisme di dunia.

Sehingga secara umum marxisme adalah merupakan antitesis atau kritik terhadap sistem kapitalisme yang berlaku di dunia kala itu. Meskipun pada akhirnya paham ini gagal diterapkan dunia karena cacat-cacat bawaan dalam pemikiran ini, akan tetapi harus diakui bahwa pada suatu masa marxisme pernah mencapai puncak kejayaannya dan menjadi kiblat 2/3 masyarakat dunia melawan kapitalisme.


Marxisme pada masa sekarang ini bukanlah marxisme utuh hasil pemikiran Karl Marx. Ia telah berkembang melalui seleksi alam yang menempatkan segelintir negara sebagai pengikutnya. Sebutlah Republik Negara Tiongkok, Vietnam dan Kuba adalah beberapa negara yang masih menganut sistem ini. Kenyataanya penerapan marxisme di beberapa negara tersebut tidaklah sekeras dan seutuh gagasan Marx. Cina misalnya sebagai negara komunis terbesar saat ini tetap mengakui adanya agama yang berkembang bagi masyarakatnya, sebuah kondisi yang bertentangan dengan ajaran Karl Marx. Atau dalam sistem perekonomiannya, meskipun sebagian besar sumber daya di miliki negara akan tetapi hak milik pribadi masih diakui oleh negara. Terlepas dari itu, beberapa pemikiran Karl Mark masih menarik untuk dikaji dan dijadikan bahan rujukan kebijakan pemerintahan. Pemikiran tentang perjuangan kelas dan konsep-konsep moralitas manusia tanpa kelas adalah beberapa pemikiran Marx yang tetap mempengaruhi negara dalam menerapkan kebijakannya.


Konsep Negara Marxis


Menurut Marx masyarakat bukan terdiri atas individu-individu melainkan terdiri atas kelas-kelas. Yang dimaksud dengan kelas ialah kelompok orang yang memiliki pola hubungan yang sama terhadap sarana produksi. Karena mereka memiliki pola hubungan yang sama terhadap sarana produksi, mereka mengembangkan pandangan yang khas terhadap diri mereka dan dunia sekitar.


Secara sederhana, kelas sosial adalah golongan dalam masyarakat dengan kriteria tertentu bisa berdasarkan faktor ekonomi  faktor pendidikan dan sebagainya. Menurut Marx sendiri kelas sosial merupakan gejala khas yang feodal dimana mereka menyadari diri sebagai kelas, suatu golongan khusus dalam kehidupan bermasyarakat dan memiliki kepentingan-kepentingan yang spesifik serta mau memperjuangkan kepentingannya sehingga dapat mencapai tujuan yang di inginkan. Marx membagi `kelas sosial menjadi dua bagian yaitu kelas ploletar dan kelas borjuis.


Menurut Marx semua sistem ekonomi dan politik telah dikuasai oleh kelas atas para penguasa negara. Marx menyimpulkan bahwa negara hanyalah kepanjangan tangan dari kelas atas untuk mengamankan status kekuasaan mereka. Prespektif ini dapat menjelaskan mengapa biasanya yang menjadi korban adalah rakyat kecil, pencuri kecil dihukum lebih berat dari koruptor dan terkesan kelas atas sangat kebal dengan hukum yang berlaku.


Dengan semakin kuatnya belenggu penindasan terhadap kelas proletar, Marx dalam bukunya yang berjudul Proverty of Philosophy, menegaskan bahwa skenario eksploitasi kelas telah melahirkan unsur antagonisme kelas yang merangsang keinginan para kaum proletar untuk bebas dari belenggu penindasan. Keinginan utama mereka ini menjadi penggerak untuk  membentuk sistem sosial yang baru tanpa adanya eksploitasi kekuasaan dari kelas borjuis.


Pertarungan kaum kapitalis melawan kau proletar merupakan pertentangan kelas yang terakhir dan dengan demikian akan berakhirlah gerak dialektis. Masyarakat komunis yang dicita-citakan Marx merupakan masyarakat yang dimana tidak ada kelas sosial tidak ada perbedaan antara borjuis dan proletar, tidak ada eksploitasi penindasan serta penindasan dan semuanya merasakan kesejahteraan yang sama. Akan tetapi, merupakan hal yang aneh bahwa untuk mencapai masyarakat yang bebas demikian yaitu dengan perebutan kekuasaan oleh kaum   dengan sendirinya dengan munculnya masyarakat komunis. Kata Marx dan Engels : “ Negara tidak lain tidak bukan hanyalah mesin yang dipakai oleh suatu kelas untuk menindas kelas lain “. Dan dikatakan selanjutnya bahwa Negara hanyalah suatu lembaga transisi yang dipakai dalam perjuangan untuk menindas lawan-lawan dan kekerasan. Negara akan lenyap pada saat komunisme tercapai karena tidak ada lagi yang ditindas.


Di dalam teori kapitalisme menganggap negara digerakkan oleh kepentingan kelas yang berkuasa yakni kaum borjuis yang menguasai perekonomian dalam suatu negara. Sedangkan model negara ideal yang diharapkan oleh Karl Marx adalah negara yang bebas dari kelas feodal maupun borjuis. Marx mengharapkan didalam suatu negara itu tidak ada ketimpangan antar kaum yakni antara kaum borjuis yang menindas kaum proletar. Oleh karenanya, ideologi ini lebih cenderung ke arah perbaikan ekonomi. Dalam pandangan Marx, kaum proletar akan bangkit sendiri.


Hal ini dapat terjadi dikarenakan rasa tidak puas kaum proletar terhadap diskriminasi ekonomi yang akhirnya melahirkan pemberontakan. Para kaum proletar bersatu untuk mengambil hak mereka yang dikuasai oleh kaum borjuis. Dengan bersatunya kaum proletar maka hancurlah kekuasaan dan kesewenang-wenangan kaum borjuis. Sehingga dalam pandangannya, Marx menyatakan bahwa kapitalisme pada puncak perkembangannya akan hilang dan digantikan oleh komunisme.


Ide marx dimulai dari materialism sejarah, yang beragumentasi bahwa perubahan sejarah merupakan cerminan atas pembangunan ekonomi dalam masyarakat. Dengan demikian pembangunan ekonomi adalah penggerak utama sebuah sejarah. Yang disebut dengan the mean of production and the relation of production. the mean of production yaitu sumber dan teknologi yang berasal dari masyarakat. Pemilik dari alat produksi akan menikmati keuntungan ekonomi dan akan menjadi kelas yang berkuasa (kaum capital).


Superstruktur yang mendukung keberadaan kelas penguasa (ruling class), yakni nilai-nilai ideology, pemerintahan, pendidikan, kultur, agama, kesenian, dan lain sebagainya. Fungsi utama dari superstruktur tersebut adalah agar penguasa dapat terus berkuasa. Dengan demikian, pandangan mengenai negara  bagi marx ada dua yakni badan yang otonom, yaitu badan yang mewadahi konflik antar kelas, dan badan yang tidak otonom, yakni alat dari kaum capital untuk merepresi kaum proletar (tanpa alat produksi). Satu cara mengubah struktur dalam masyarakat adalah menyingkirkan kaum kapitalis.


Komunitas politik yang dicita-citakan oleh Marx adalah komunitas yang didalamnya muncul demokrasi yang sejati dan tidak lagi didapati yang namanya negara ataupun kelas.

Label:

02 November 2016

KOMISARIAT FBS HMI CABANG SINGARAJA GELAR MAPERCA



SINGARAJA – Komisariat Bahasa dan Seni, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja baru saja mengadakan Masa Perkenalan Calon Anggota atau MAPERCA.(23/10). MAPERCA merupakan tahap pertama sebelum mengikuti kegiatan Latihan Kader I yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.
Kegiatan MAPERCA dibuka langsung oleh Formatur HMI Cabang  Singaraja Harian Noris Saputra. Menariknya dalam kegiatan MAPERCA kali ini dihadiri langsung oleh Sabarudin Indra Wijaya salah satu Pengurus Besar HMI (PB HMI) . Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa HMI merupakan Wadah untuk berproses meningkatkan kualitas intelektual diri.
Pada pokoknya  HMI itu Insan pelopor yakni insan yang berfikiran luas dan berpandangan jauh, bersikap terbuka dan terampil, sehingga hal itu merupakan bentuk meningkatkan kualitas intelektual diri sebagai mahasiswa” – Ujarnya
Kegiatan MAPERCA diselenggarakan di Gedung KUA Singaraja, diikuti oleh 20 Calon anggota muda dari berbagai mahasiswa Perguruan Tinggi di kota Singaraja, dengan tujuan akan menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Singaraja.
Calon anggota muda sangat antusias mengikuti serangakaian kegiatan MAPERCA, dengan Tema yang diusung “Kuliah Prioritas, Organisasi Totalitas”. Tentunya dari kegiatan MAPERCA mereka secara langsung diperkenalkan dalam budaya akademik di Himpuan Mahasiswa Islam (HMI) seperti di Membaca, Diskusi, Menulis dan Aksi.
“ Calon anggota Muda yang mengikuti MAPERCA sangatlah Antusias, ada 100 Calon Angota yang mengikuti MAPERCA, dengan Tema “kuliah Prioritas, Organisasi Totalitas” . kegiatan MAPERCA  mengajak teman-teman anggota muda untuk mengenal budaya akademis HMI Membaca, diskusi, menulis, dan Aksi, kalau aksi hanya sebatas pengenalan saja, namanya juga Masa Perkenalan” – Ujar Malik Jabbar (Ketum Komsat FBS).
Selama kegiatan MAPERCA, banyak hal-hal menarik yang dikonsep melalui proses diskusi, yaitu materi tentang ke-HMI-an yang dibawakan oleh Formatur HMI cabang Singaraja Harian Noris Saputra, tentang ke-Organisasian yang dibawakan oleh KAHMI Singaraja Ghema Gigih Hermawan, serta Materi tentang ke-Mahasiswaan yang dibawakan oleh Sabarudin Indra Wijaya dari PB HMI.
Melalui kegiatan MAPERCA ini, diharapkan Calon anggota muda mendapatkan banyak pengetahuan baru, sehingga terus memumuk semangat intelektual dengan bergabung di HMI. Dan juga dari 100 Anggota Muda yang hadir dalam MAPERCA saat ini bisa hadir kembali pada kegiatan LK 1 November mendatang.
“ besar harapan saya dalam MAPERCA kali ini, mampu memberikan kesan baik, semua  anggota muda yang hadir mendapatkan pengetahuan baru. sehingga mereka semangat untuk bergabung di HMI dan tentunya mereka juga bisa hadir dalam kegiatan LK I November mendatang”- Ujar Ketua Panitia Indri. (Dre).

Label:

GEBRAKAN BARU, FORUM RELAWAN FP2D




SINGARAJA - Forum Pengembangan Dan Pemerataan Pebangunan Daerah (FP2D), melaksanakan kegiatan pembekalan kepada Relawan Muda. (senin/24/10/2016).
Pembekalan Relawan dilaksanakan di Rumah Pergerakan Rakyat yang sekaligus menjadi markas bagi teman-teman relawan FP2D yang terletak di jalan Udayana-Singaraja.
Relawan yang mengikuti pembekalan, statusnya banyak dari kalangan Mahasiswa dan Pemuda, tujuan kedepannya, mereka akan dibina untuk menjadi relawan yang cakap dan tanggap di bidang Sosial, Lingkungan, Hukum, Ekonomi dan Budaya.
“ Relawan-relawan muda yang mengikuti pembekalan hari ini, nantinya akan dibina dan diarahkan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat, dengan menjadikan mereka relawan yang Cakap dan tanggap, nantinya mereka akan kita tempatkan sesuai dengan kemampuan bidangnya, seperti bidang Sosial, Lingkungan, Hukum, Ekonomi dan Budaya ” – ujar Zulkifli Ketua FP2D.
Forum Pengembangan Dan Pemerataan Pebangunan Daerah (FP2D), baru dibentuk pada tahun ini, lebih tepatnya bulan November yang lalu, yang diketua oleh Muhammad Zulkifli, Komang Suparta sebagai Sekretaris, Made Sukadana sebagai Bendahara, dan Nyoman Suparna selaku Pengawas.
Forum Pengembangan Dan Pemerataan Pebangunan Daerah (FP2D) merupakan sebuah forum yang legal dengan turunnya surat keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Repuplik Indonesia dengan Nomor surat AHU-0075797.AH.01.07.TAHUN 2016 tentang pengsahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Forum Pengembangan dan Pemerataan Pembangunan Daerah.
FP2D memiliki  gebrakan baru untuk  perubahan ditatanan Masyarakat dengan Program Nawasanga nya, yakni : (1) Bidang Pendidikan dan Keterampilan (Edukasi and Lifeskill), (2) Bidang Ekonomi Kerakyatan. (3) Bidang Riset dan Pengembangan IPTEK (4) Bidang Sosial (5) Bidang Seni, Budaya dan Spiritual (6) Bidang Advokasi dan Hak Asasi Manusia (7) Bidang Lingkungan dan Sumber Daya Alam (8) Bidang Pemantauan Kebijakan Pembangunan Daerah (8) Bidang Pemantauan Kebijakan Pembangunan Daerah (9) Bidang Hankam dan Ketahanan Sosial.
“ misi dalam forum ini yaitu untuk memperbaiki kehidupan ditatanan masyarakat  melalui sebuah gebrakan baru yang sudah teman-teman FP2D rangcang dalam program kerja Nawasanga, diantaranya Bidang Pendidikan dan Keterampilan, Ekonomi Kerakyatan, Riset dan Pengembangan IPTEK, Sosial, Bidang Seni, Budaya dan Spiritual, Bidang Advokasi dan Hak Asasi Manusia, Bidang Lingkungan dan Sumber Daya Alam, Bidang Pemantauan Kebijakan Pembangunan Daerah, Bidang Pemantauan Kebijakan Pembangunan Daerah, Bidang HANKAM dan Ketahanan Sosial.” – Ujar Zulkifli Ketua FPD.
Pembekalan diikuti oleh 25 orang Relawan Muda, yang didampingi oleh Ghema Gigih Hermawan sebagai Pemateri dalam Pembekalan tersebut. Banyak dari mereka yang sangat antusias untuk menjadi relawan FP2D.
“kami sangat berharap melalui Forum FP2D ini, kami mahasiswa menjadi relawan yang bisa terjun langsung dalam kegiatan sosial untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan, karena ini merupakan salah satu bentuk kontrol Kami terhadap kehidupan di Masyarakat”- Ujar Taufikurahman, Anggota Relawan. (Dre)